ExE2: Akomodasi

Setelah rute perjalanan, hal utama setelahnya adalah akomodasi. Pencarian dan pengelolaan akomodasi di koordinasi oleh istri, Linda Salma. Batasan dalam pencarian akomodasi ini selain yang semurah mungkin juga membutuhkan perhitungan dititik mana dibutuhkan dapur dan mesin cuci. Selain itu, lokasi penginapan yang dipilih harus sedapat mungkin relatif dekat atau mudah dijangkau dari dan menuju ke stasiun kereta api atau ke destinasi tujuan di kota tersebut. Sedapat mungkin kami juga memilih tempat dengan free cancelation fee karena adanya kemungkinan pergeseran jadwal kedatangan atau keberangkatan dari tempat tersebut.

AnnasFam @ Prague Astronomical Clock
AnnasFam @ Prague Astronomical Clock

Information Source

Sumber informasi utama kami dalam melakukan pencarian akomodasi diantaranya adalah Booking.com, Skyscanner, AirBnB, CouchSurfing, Seat61.com, dan juga travel guide series seperti seri Rick Steves atau Lonely Planet. Yang tidak kami lewatkan juga adalah melihat peta lokasi dari tempat-tempat bermalam tersebut dan mengukur dan memeriksa jalur transportasi ke arah stasiun kereta dan destinasi yang kami tuju di kota tersebut. Umumnya untuk melihat peta ini kami gunakan Google Map atau Apple Map.

Kami selalu melakukan komparasi percarian hotel atau apartemen menggunakan Booking.com, Skyscanner, dan AirBnB. Perbandingan ini benar-benar sangat bisa diandalkan untuk menemukan tempat yang ideal dari isi harga, rating, dan testimoni. 

Namun perlu disadari juga bahwa pencarian tempat menginap secara online tersebut tidak berarti problem free. Dua-tiga kali kami sempat berhadapan dengan masalah di AirBnB dan Skyscanner yang diawali dengan memilih tempat dengan harga sewa “too good to be true“. Di AirBnB kami sempat diminta langsung dari penyewa apartemen untuk melakukan pembatalan pesanan dengan berbagai alasan dari penyewa yang tidak mau menarik penawarannya. Ini bila kita lakukan akan membuat kita terkena biaya pembatalan atau kehilangan uang sewa yang telah dibayarkan yang terbilang lumayan jumlahnya. Beruntung bahwa AirBnB bisa menerima pengaduan kami dan segera setelah itu biaya sewa yang telah kami bayarkan dikembalikan 100%. Sementara di Skyscanner beberapa kali kami dapati tempat berharga sewa sangat murah namun ternyata setelah kami telusur di web bermodus penyewaan bodong.

Some Travel Guidebooks
Some Travel Guidebooks

Informasi dari buku-buku travel guides dan juga seat61.com kami gunakan sebagai acuan awal untuk mencari tempat bermalam. Umumnya mereka menyampaikan pengalamannya dalam sajian keunggulan atau kekurangan tempat tersebut. Bahkan beberapa informasi yang mereka berikan juga dilengkapi dengan rating dan rentang biaya untuk tempat tertentu dan juga saran untuk menghindari daerah tertentu.

Where to sleep?

Yang paling utama tentu saja mencari tempat menginap di sanak famili atau sahabat di kota yang kita singgahi. Kami sempat dijamu dengan mewah dan ramah oleh sahabat kami di Gent, Belgia. Tante Indy dan Tante Anis yang sangat baik, begitu anak-anak menyebutnya. Karena sudah seperti keluarga, ya aktivitas disana bisa ditebak, jalan-jalan bareng, jajan dan makan bareng, serta masak bersama. Ada juga acara “menambah” perbekalan, dari bumbu dapur hingga vitamin dan obat cadangan P3K. Kami juga disambut ramah oleh Keluarga mas Nono di Budapest yang baru kenal dan bertemu saat kami sampai di Hungaria. Dikenalkan oleh sahabat kami, pak Hazim, yang saat itu sedang kembali ke Indonesia bersama keluarganya, kami banyak diberikan ilmu hasil pengalaman mas Nono dan keluarga untuk menjelajah Budapest.

AnnasFam @ Gent, Meet Tante Indy & Tante Anis
AnnasFam @ Gent, Meet Tante Indy & Tante Anis

Pilihan tempat bermalam berikutnya adalah hospitality dari coachsurfer di Coachsurfing, komunitas traveler dunia yang tidak saja berbagi tempat tinggal tapi juga berbagi pengalaman. Kami sempat tinggal di salah satu member Coachsurfing di sekitar kota Bern, Swiss. Menariknya saat kami tinggal disana, sang pemilik apartemen tidak di rumah. Dan yang ajaib adalah, melalui pesan singkat di Whatsapp, kami dipersilahkan masuk ke apartemennya yang tidak dikunci. Kami tinggal di Apartemennya selama 3 hari 2 malam. Saat kami kami pergi untuk melanjutkan perjalanan ke Spanyol, kami tidak pernah bertemu secara langsung dengan sang host.

Bila mencermati pilihan yang diberikan hasil komparasi di pemesanan akomodasi online, baik dari sisi fasilitas ataupun harga, tidak selalu apartemen lebih baik dari kamar hotel, demikian pula sebaliknya. Karenanya, sekali lagi, perlu kecermatan dalam memilah dan memilih tempat yang paling sesuai dengan kebutuhan kita saat sampai di lokasi yang kita pilih dari berbagai aspek, seperti harga, fasilitas, posisi lokasi dengan destinasi yang ingin kita kunjungi termasuk masjid atau tempat makan dan mini-market, kedekatan dengan stasiun, keamanan lingkungan sekitar, dan lain sebagainya. Tidak perlu juga merasa sungkan untuk membatalkan booking yang telah dilakukan. Tidak sekali-dua kami membatalkan pesanan kami karena pergeseran jadwal yang terjadi atau terdapat penawaran lain yang lebih baik.

AnnasFam @ Stockholm Railway Station at 3 AM waiting for the first train at 4 AM
AnnasFam @ Stockholm Railway Station at 3 AM, waiting for the first train at 4 AM

Pilihan berikutnya adalah bermalam di kereta api. Ya, terdapat beberapa kereta jarak jauh antar negara di Eropa berjenis night sleeper train. Kereta ini umumnya selain memiliki model bangku standar, juga menyediakan couch seat yang bisa dilipat sedemikian rupa dapat menjadi tempat tidur. Salah satu yang kami coba adalah pada kereta antara Turki – Romania, tepatnya dari stasiun Halkali, Turki ke Bucuresti Nord, Romania.

AnnasFam @ Night Sleeper Train, Turkiye
AnnasFam @ Night Sleeper Train, Turkiye

Ada kalanya diperlukan untuk memutuskan “tidur di stasiun” pada posisi transit di kota tertentu atau kondisi tententu lainnya. Berjalan-jalan saat dini hari dan melewatkan untuk menginap disatu kota tertentu juga menjadi opsi pilihan pada kondisi destinasi yang dituju memiliki waktu kunjungan terbaik di dinihari, seperti Astronomical Clock dan Charles Bridge di Praha. Karena saat menjelang siang tempat-tempat tersebut telah penuh dengan wisatawan dan diperkirakan sudah tidak terlalu nyaman untuk kami kunjungi. Pada kondisi-kondisi seperti ini, diperlukan kecermatan pencarian left luggage facility, baik berbentuk lockers atau  staffed office dengan jam buka yang sesuai. Fasilitas ini sangat diperlukan agar kita tidak perlu gigiwing gembolan atau membawa-bawa ransel dan koper yang cukup berat saat berjalan menuju destinasi tertentu.

Left Luggage at Paris Gare du Nord (seatt61.com)
Left Luggage at Paris Gare du Nord (seatt61.com)

Perlu diperhatikan juga bahwa hampir semua stasiun di Eropa memiliki “jam tutup”. Kecuali di Jerman, kita diharuskan keluar dari stasiun saat jam tutup tersebut yang umumnya antara jam 1 hingga jam 4 dinihari. Sempat kami harus menggelar matras dan sleeping bag di dinginnya malam kota Narbonne, Perancis. Saat itu kami terkena dampak “strike“, begitu bahasa yang digunakan orang setempat atas batalnya banyak jadwal kereta api karena mogok kerja “terjadwal” semua pegawai kereta api di Perancis yang menuntut perbaikan kesejahteraan. Di lain waktu kita juga sempat mendapatkan izin untuk bisa tetap berada di dalam stasiun saat traveller lain harus keluar di jam tutup stasiun. Kami diperbolehkan tidur di hangatnya ruang tunggu stasiun karena hadirnya anak-anak bersama kami. Karenanya, bila tak terelakkan, janganlah sungkan untuk meminta izin pada petugas untuk bermalam di ruang tunggu bersama anak-anak.

AnnasFam @ Various Europe train interiors
AnnasFam @ Various Europe train interiors

Terlepas dari manapun tempat yang akan dipilih, hal penting yang harus dijaga adalah adab bertamu kita. Menjaga kebersihan dan mengikuti aturan yang diberikan oleh pemilik tempat yang kita tinggali adalah mutlak. Termasuk juga memilah jenis sampah yang kita buang dan membuangnya pada tempat yang telah disampaikan oleh pemilik.

Lesson Learnt

  1. Cari dan galilah informasi sebanyak dan sesegera  mungkin tentang akomodasi di destinasi yang kita tuju.
  2. Pencarian informasi juga termasuk testimoni dan pengalaman traveller lain. Ini menjadi salah satu bagian dari langkah antisipatif dan kewaspadaan.
  3. Lakukan booking sesegera mungkin. Semakin dekat waktu pemesanan dengan waktu kedatangan umumnya akan semakin mahal dan banyak batasan.
  4. Perhitungkan cadangan pemesanan bila diperlukan, misal karena jadwal yang dinamis atau untuk mengamankan tempat tertentu sambil mencari yang lebih baik. Tidak menjadi masalah memesan pada dua tempat berbeda sebagai cadangan asalkan tetap aman, misalnya bebas biaya pembatalan sampai waktu tertentu dan dalam catatan yang selalu dijaga dengan scheduler.
  5. Aktifitas pencarian dan pemesanan dapat dilakukan secara paralel. Misal, sambil menunggu jawaban dari coachsurfer, bisa saja kita memesan apartemen. Jadi tidak perlu dilakukan secara berurutan.
  6. Perhitungkan dengan cermat antara waktu, lokasi dan fasilitas sesuai dengan kebutuhan, misal mesin cuci, dapur, dan lain sebagainya.
  7. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan dengan baik, seperti matras, sleeping bag, mini magic jar/rice cooker, dan lainnya. Bahasan mengenai peralatan dan perbekalan akan dibahas pada posting berikutnya.

&&&

  • ExploreEurope