Postingan ini adalah sambungan dari Rute Perjalanan 1#2
Setelah memutuskan arah rute dari posisi Bremen ke arah barat yakni negara Belanda, selanjutnya kami buat gambaran besar rute ke selatan Eropa kemudian setelah Italia mulai bergerak ke tengah dan timur Eropa selanjutnya ke arah utara Eropa.

Problem and uniqueness
Kami sempat terkendala saat akan menentukan rute dari Perancis. Rute dari Perancis ke Spanyol secara peta perjalanan dan jalur kereta api terlihat sangat mudah. Terdapat dua jalur timur dan barat yang masing-masing menuju kota Barcelona, Spanyol. Jalur timur melalui kota Lyon, Perancis, sedang jalur barat melalui Nantes, LaRochele, dan Bordeaux. Jalur barat lebih diinginkan saat itu karena Linda pernah di terima dan hampir saja akan mengambil program doktoral di kota LaRochele sebelum akhirnya memutusan ke Jerman. Namun sayangnya kereta api dengan rute Perancis ke Spanyol ini membutuhkan reservasi tempat duduk dengan biaya yang tidak sedikit hingga 400 Euro lebih untuk kami berlima dengan jadwal keberangkatan, transit, dan kedatangan yang tidak terlalu bagus. Kami memutuskan untuk mencari jalur alternatif yang lebih baik.

Alternatif rute lain kami lihat secara peta adalah Perancis ke Swiss. Jalur ini adalah jalur yang kami pilih setelah kami periksa berulang kali. Konsekuensi menggunakan jalur dengan tujuan kota Bern,Swiss ini adalah kami harus bermalam di sekitar stasiun kereta di sebuah kota kecil, atau mungkin karena dulunya ini adalah desa, dinamakan Mulhouse Ville.

Setelah Swiss baru kami menentukan rute ke Barcelona melalui jalur Lyon-Montpellier-Narbonne-Perpignan, Perancis hingga masuk perbatasan Spanyol yakni Portbou berganti kereta dan sampai di Barcelona. Meski tiket interrail kami bisa digunakan di seluruh perjalanan antar kota di Spanyol, namun di negara ini setiap penumpang diharuskan melakukan reservasi tempat duduk untuk setiap perjalanan yang dilakukan. Dan sayangnya reservasi tempat duduk itu saat itu tidak bisa dilakukan daring (online). Sehingga harus melalui loket di stasiun setempat. Semua reservasi tempat duduk tersebut kami rencanakan dilakukan di Barcelona.

Sedikit cerita mengenai reservasi tiket ini: Setelah tengah hari kami sampai di Barcelona dari Swiss melalui Perancis, sesuai rencana, kami memutuskan untuk melakukan reservasi tersebut di Barcelona. Sempat kesulitan menemukan loket yang tepat, karena suasana stasiun begitu ramai, akhirnya kami menemukan loket yang tepat dengan mengambil nomor antrian yang sesuai. Antrian loket hingga selisih 90 nomor dengan 4 loket pelayanan kereta antar kota antar provinsi. Kami menunggu hingga 4 jam sebelum giliran kami mendapatkan layanan loket. Iya benar, Empat jam. Untungnya perjalanan ke banyak kota di Spanyol telah direncanakan dengan matang sebelumnya, sehingga kami dapat melakuklan reservasi untuk seluruh perjalanan kami di Spanyol yang membuat petugas loket melayani kami sendiri selama 30 menit. Hahaha.. puas rasanya hati setelah mengantri selama 4 jam di Eropa.

Mengingat begitu banyak situs peninggalan Islam di Al Andalus yang ingin kami kunjungi, perjalanan di negara Spanyol kami rencanakan hingga 10 hari termasuk kota-kota Barcelona, Madrid, Toledo, Cordoba, Granada, dan Sevilla. Kami juga sempat merencanakan ke Portugal, ya paling tidak mampir sebentar di kota Porto dan Lisbon. Namun karena jalur kereta Spanyol ke Portugal berjalan melingkar melalui utara dan memakan waktu cukup panjang kami harus memutuskan untuk tidak memasukan negara tersebut kedalam itenary kami.
Dari Spanyol selanjutnya menuju Italia sekaligus Vatikan melalui Monaco. Pilihan kota yang dikunjungi di Italia begitu banyak, namun karena batasan waktu yang kami miliki kami putuskan hanya 4 hari di negara tersebut.Kami membuat opsi cadangan untuk ke Athena, Yunani, yakni melalui Italia dengan jalur laut. Opsi ini adalah alternatif terbaik dari rute utama menuju Athena dan Sofia, Bulgaria. Karena dari berbagai informasi yang kami dapatkan kami mendeteksi terdapat kendala pada jalur kereta menuju Athena,Yunani dari Sofia, Bulgaria. Untuk menembus perbatasan Bulgaria-Yunani kami dapatkan informasi tidaklah mudah. Kita harus berjalan sejauh 2 KM dan menggunakan bus sejauh 14 Km sebelum bisa naik kereta lain di perbatasan dengan jadwal kereta yang tidak begitu jelas saat itu.

Dari Roma, Italia, kami sempatkan untuk mampir sehari ke Venice, Italia meski tidak sampai bermalam di kota tersebut. Dari Venice, Italia sebenarnya terdapat pilihan menuju ke Wina, Austria. Namun pilihan ke Ljublanja, Slovenia dan Zagreb, Kroasia, lebih menarik karena saat itu kami pikir kami bisa tunda ke Wina setelah dari Turki nantinya.
Budapest dalam rute perjalanan akan kami kunjungi 2 kali, yang salah satunya sebagai check point sebelum kearah eropa tengah dan utara mulai dari slovakia, Czechia, Austria, Poland, Lituania, Latvia, Estonia, hingga ke Helsinki, Finlandia. Setelahnya dengan jalur kembali dari Finlandia melalui Swedia, Norwegia, Denmark, dan kembali ke Bremen, Jerman melalui kota Hamburg.

Lesson Learned
Terdapat beberapa pelajaran berharga yang bisa dipetik dari pembuatan rute perjalanan ini dengan aktual yang kami alami, yakni:
- Sebelum menentukan rute, gali terlebih dahulu berbagai informasi mengenai negara, kota, atau destinasi wisata tujuan yang akan dikunjungi. Semua informasi tersebut akan menentukan rute perjalanan yang akan kita buat.
- Pelajari juga mengenai kebiasaan dan potensi problem yang mungkin terjadi di semua titik yang perutean yang kita gunakan.
- Penentuan jumlah waktu pada setiap destinasi juga sangat dibutuhkan.
- Perhitungkan juga dengan cerdas mengenai cadangan, baik rute, waktu, ataupun alternatif jalur beserta konsekuensinya. Karena cadangan akan membutuhkan biaya tambahan disamping tidak semua tempat atau titik membutuhkan cadangan.
- Saat menentukan rute, perhitungkan jalur alternatif lain yang bisa ditempuh. Kadangkala jalur terpendek yang terlihat di peta tidak selalu sama dengan jalur terbaik kereta api. Jadi perhatikan jadwal dan waktu kereta api karena akan mempengaruhi jam keberangkatan dan kedatangan serta transit.
- Rute akan mempengaruhi akomodasi. Pergeseran waktu dan tujuan dalam rute perjalanan juga demikian. Karenanya perhitungkan dengan cermat pemilihan tempat akomodasi yang sesuai dengan waktu kedatangan/keberangkatan. Selain itu perlu juga memilih tempat bermalam yang minim atau bebas biaya pembatalan (free cancelation).
- Seperti layaknya perencanaan, tidak selalu tepat 100%. Sediakan ruang untuk dinamika perubahan yang akan terjadi dalam perjalanan dan selalu lakukan evaluasi pada setiap kesempatan.
Hal penting selanjutnya adalah akomodasi.
- ExploreEurope
ExE3: Peralatan dan Perlengkapan
ExE2: Akomodasi
ExE1: Rute Perjalanan 2#2
ExE1: Rute Perjalanan 1#2
