so You Actually Retain the Information
Diadopsi degnan modifikasi: “The Best Methods for Studying so You Actually Retain the Information” dari Lifehacker
1. THIEVES: Untuk materi baru yang belum familiar.
Langkah: Fokus pada Title (judul), Headings (subjudul), Introduction (pengantar), Every first sentence (kalimat pertama setiap paragraf), Visuals/vocabulary (gambar/kosakata), End-of-chapter questions (soal akhir bab), Summary (ringkasan).
Contoh: Saat membaca bab Biologi baru, sebelum membaca detail, cek dulu judul, subjudul, lihat gambar dan tabel, lalu prediksi isi bab.
2. REAP: Untuk topik yang benar-benar asing.
Langkah: Read (baca seluruh bagian), Encode (tulis ulang dengan kata sendiri), Annotate (catat ide utama atau kata kunci), Ponder (renungkan dan kaitkan dengan pengetahuan lain atau kehidupan nyata).
Contoh: Jika belajar tentang hukum, pertama baca satu bab secara utuh, kemudian tuliskan ulang point penting dengan bahasamu sendiri, beri anotasi pada bagian yang sulit, dan pikirkan aplikasi hukum itu di dunia nyata.
3. SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review):
Langkah: Survey isi cepat, buat pertanyaan dari subjudul, baca untuk cari jawaban, tulis ulang penjelasan dengan kalimat sendiri (recite), lalu review catatan dan materi.
Contoh: Untuk bab sejarah, survey isi bab secara sekilas, buat pertanyaan seperti “Mengapa revolusi industri dimulai di Inggris?”, lalu baca detail mencari jawabannya, tuliskan jawaban versi sendiri, dan ulangi tinjauan sebelum ujian.
4. KWL (Know, Want to Know, Learn):
Langkah: Buat tiga kolom. Kolom Know: tulis apa yang sudah diketahui; Want to Know: apa yang ingin diketahui; Learn: diisi setelah belajar, tulis apa yang didapat.
Contoh: Saat belajar tentang fotosintesis, Know: “Tumbuhan butuh cahaya”; Want to Know: “Bagaimana cahaya diubah jadi energi?”; Learn: “Cahaya diserap klorofil, mengubah CO2 dan air jadi gula.”
5. Elaborative Interrogation:
Teknik bertanya 5W1H (Who, What, Where, When, Why, How) saat menemukan fakta baru agar materi lebih nyantol.
Contoh: Ketemu fakta “Air mendidih pada 100˚C”, tanyakan: Kenapa? Bagaimana jika di pegunungan? Apa akibatnya?
Teknik Menghafal Efektif
1. Method of Loci:
Membayangkan menaruh fakta di tempat yang dikenal baik (misal di kamar), lalu saat mengingat, bayangkan berjalan di kamar tersebut ambil fakta di tempat tertentu.
Contoh: Nama-nama negara ASEAN ditempatkan di tiap sudut ruang tamu, saat mengingat visualisasikan berjalan dari sofa ke rak buku dst.
2. Association/Mnemonics:
Mengasosiasikan informasi dengan gambar, cerita, atau singkatan lucu.
Contoh: Untuk planet, gunakan kalimat: “My Very Educated Mother Just Served Us Noodles” (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus).
3. Leitner System (Flashcard dan Active Recall):
Membuat flashcard, mengelompokkan berdasarkan tingkat penguasaan dan mengulang secara periodik.
Contoh: Hari pertama punya 20 kartu, yang dijawab benar pindah ke kotak berikutnya dan frekuensi pengulangan berkurang. Kartu yang salah tetap di kotak pertama dan diulang lebih sering.
4. Dual Coding:
Menggabungkan info visual (gambar, diagram) dan verbal (tulisan/penjelasan) untuk memperkuat ingatan.
Contoh: Saat belajar sistem peredaran darah, gambarkan diagram jantung dan beri keterangan tulisan di sampingnya.
5. 2357:
Meninjau materi di hari ke-2, ke-3, ke-5, dan ke-7 setelah belajar pertama kali, sehingga terjadi pengulangan bertahap.
Contoh: Setelah belajar istilah geografi, ulangi di hari 2, 3, 5, dan 7.
Teknik Memastikan Pemahaman Mendalam
1. Feynman Technique:
Jelaskan materi ke orang lain (atau seolah-olah mengajar orang lain) dengan bahasa sederhana. Ketahuan paham jika bisa menjawab pertanyaan pendengar.
Contoh: Pelajari hukum Newton, lalu ajari teman atau boneka, “Gaya itu kayak kamu dorong meja, makanya meja bisa bergerak”.
2. Blurting:
Setelah baca dan tutup catatan, tuliskan semua yang diingat tanpa melihat sumber. Cek mana yang kurang, ulang belajar di bagian itu.
Contoh: Setelah belajar anatomi, tuliskan semua organ tubuh yang diingat, cek dengan catatan dan pelajari bagian yang lupa.
Tips tambahan lain agar semakin efektif:
Pomodoro Technique: Belajar dengan interval 25 menit lalu istirahat 5 menit. Setelah 4 sesi, istirahat lebih panjang (15-30 menit).
Self Testing: Buat soal latihan sendiri dan kerjakan secara rutin, mereplikasi suasana ujian.
Group Study: Diskusi kelompok membantu melihat sudut pandang berbeda dan saling mengoreksi.
Mind Mapping: Membuat peta konsep agar melihat hubungan antar ide lebih jelas.
Coba pilih dan kombinasi yang paling sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhanmu.
Kuncinya, belajar bukan sekadar baca, tapi mengkaji, memahami, bertanya, dan melatih otak secara aktif untuk mengingat dan menerapkan.
