Hajj23: (5) Umrah

Pilihan berhaji yang kita ambil adalah Haji Tamattu. Sehingga saat berangkat ke Makkah kita awali dengan niat melakukan umrah terlebih dahulu. KAmi mengambil miqat umrah di Masjid Bir Ali (Dzul Hulaifa).

Sekilas Masjid Bir Ali (Dzul Hulaifa)

Perjalanan ke Makkah menggunakan bus saat itu memakan waktu lebih lama dari waktu normal, hingga 9 jam dengan 2 kali berhenti di rest area dan 5 kali pemeriksaan petugas kepolisian setempat di sepanjang jalan. Polisi tersebut memeriksa manifes dan mencocokan dengan jumlah actual di bus, dan secara acak memeriksan paspor jamaah yang telah dikumpulkan sebelumnya. Pemeriksaan petugas ini sepertinya adalah bentuk pengetatan penjagaan masuk ke kota Makkah untuk menjaga kota Makkah tetap kondusif saat dimasuki jutaan jamaah haji.

Panjangnya waktu perjalanan membuat kami membeli makan di rest area. Pilihan terbaik saat itu adalah fried chicken khas Saudi: Al Baik.

Suasana makan malam setelah sampai di Makkah.

Kami memulai aktifitas Umrah di Masjidil Haram mendekati jam 23:00 dengan harapan dapat bertawaf di lantai dasar saat kepadatan sedikit mereda. Dugaan kami keliru :D. Meski, Alhamdulillah, bisa bertawaf di lantai dasar persis di sisi Ka’bah, namun kepadatan jamaah saat musim haji memang luar biasa.

Suasana selesai Tawaf

Suasana Sa’i di lantai dasar Masjidil Haram jam 2 dini hari waktu setempat.

Melihat waktu, saat berangkat ke Masjid Al Haram kami meniatkan diri untuk itikaf hingga Matahari terbit (Suruk). Saat itu waktu sholat shubuh adalah jam 4. Setelah rangkaian Tawaf – Sa’i – Tahallul, kami mengakhiri Umrah sekitar jam 2:30 pagi.

Suasana selesai Umrah sekitar pukul 2:30 dengan latar belakang Ka’bah dan beberapa laskar yang sedang beristirahat.

Suasana pagi selepas syuruk berlatar zam-zam tower.

Sesampai di Hotel yang berjarak 1.7Km dari Masjidil Haram, dengan kondisi lelah dan kalap(aran) kami bersegera menyantap sarapan yang disediakan di hotel. Karena bergaubung dengan grup Eropa, tentu saja tidak bisa berharap menu Indonesia :D. Namun, menurut kami menu makan kami masih terhitung istimewa, Alhamdulillahirobbil’alamiin.

Menu sarapan pagi: lalapan mentimun, wortel, dan buah zaitun, sosis, telur dadar, bubur kacang-kacangan dan lenthil, roti, croissant, kopi/the/susu, jus sirup kemasan, air Putih kemasan, keju, butter, selai, dan madu. Kadang masih kami tambahi dengan dengan PopMie untuk memenuhi kebutuhan micin :p.

Menu utama makan malam umumnya nasi kebuli atau biryani dengan daging kambing sekepalan tangan dan suçuk.

&&&

  • All
  • Hajj23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *